21 February 2019

Data Caleg Eks Napi Koruptor dalam Pemilu 2019

KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah mengumumkan bahwa dari 16 (enam belas) partai politik peserta Pemilu (Pemilihan Umum) hanya ada 2 (dua) partai yang tidak mencalonkan anggota legislaif dari mantan atau eks terpidana koruptor dalam pemilu legislatif 2019.

Melalui acara Top News Metro TV (20/02/2019) disebutkan bahwa terdapat total 81 (delapan puluh satu) calon anggota legislatif 2019 yang merupakan mantan napi koruptor. Di tingkat provinsi dan kabupaten terdapat sebanyak 23 (dua puluh tiga) calon anggota DPRD tingkat provinsi dan 49 (empat puluh sembilan) calon anggota DPRD tingkat kabupaten/kota yang merupakan eks napi koruptor.

Dari 16 (enam belas) partai politik peserta Pemilu 2019, Partai Hanura menjadi partai terbanyak yang mencalonkan mantan napi korupsi sebagai anggota legislatif yaitu sebanyak 11 (sebelas) orang, disusul partai Golkar sebanyak 10 (sepuluh) orang, Partai Demokrat 10 (sepuluh) orang, Partai Berkarya 7 (tujuh) orang, Partai Gerindra 6 (enam) orang, PAN 6 (enam) orang, Perindo 4 (empat) orang, PKP 4 (empat) orang, PPP 3 (tiga) orang, PBB 3 (tiga) orang, PDIP 2 (dua) orang, Partai Garuda 2 (dua) orang, PKS 2 (dua) orang, PKB 2 (dua) orang. Hanya ada 2 (dua) partai yang tidak mencantumkan napi eks koruptor sebagai calon anggota legislatif yaitu Partai Nasdem dan PSI. Sementara itu, untuk pemilihan calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) terdapat sebanyak 9 (sembilan) mantan napi koruptor yang maju mencalonkan diri yaitu 3 (tiga) dari Sulawesi Tenggara dan masing-masing 1 (satu) dari Aceh, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara.

Meskipun MA (Mahkamah Agung) telah mengeluarkan keputusan bahwa eks napi koruptor berhak menjadi calon anggota legislatif baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional namun dengan adanya pengumuman KPU atas daftar calon anggota legislatif dan DPD yang pernah tersangkut kasus korupsi dapat memberikan panduan kepada para pemilih terhadap figur dan rekam jejak calon yang akan dipilihnya. Tentu saja masyarakat Indonesia sudah cerdas sehingga akan sangat berhati-hati dalam menyikapi hal ini.
caleg napi


No comments:

Post a Comment

Adbox