Peran TNI dalam Penanggulangan Virus Corona di Indonesia

Semenjak issue virus corona muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, kehadiran TNI sudah dilibatkan dari awal manakala pemerintah RI memutuskan untuk melakukan penjemputan terhadap ratusan WNI yang berada di Wuhan.

Pada saat itu, ketika para WNI telah tiba di tanah air menggunakan pesawat Batik Air, selanjutnya mereka ditransfer dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Pulau Natuna dengan menggunakan 3 (tiga) pesawat milik TNI Angkatan Udara. Dari 3 (tiga) unit itu, 2 (dua) berjenis Boeing dan 1 (satu) unit berjenis Hercules. Selama di Natuna, tempat yang dijadikan sebagai observasi yang berlangsung selama 14 (empat belas) hari juga merupakan asset milik TNI AU yaitu hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau.

Ketika proses observasi selesai dilakukan, ratusan WNI tersebut kemudian diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta yang juga merupakan bandara milik TNI AU. Pesawat yang digunakan sama dengan pesawat yang dipakai saat proses transfer dari Batam ke Natuna yaitu 2 (dua) pesawat Boeing dan 1 (satu) Hercules. 

Berikutnya, para prajurit TNI ikut terlibat dalam proses karantina para ABK (Anak Buah Kapal) World Dream dan Diamond Princess di Pulau Sebaru Kecil dimana sebelum dinyatakan dipakai sebagai lokasi karantina, para personil TNI sudah ikut mempersiapkan pulau tersebut agar siap menerima kedatangan para ABK dari kedua kapal itu. Mereka bahu membahu dalam mengatasi kekurangan fasilitas air bersih dan instalasi listrik karena pulau Sebaru Kecil sudah lama dalam kondisi tidak digunakan oleh pendatang, termasuk merakit kebutuhan toilet portable yang dikirimkan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). 

Tidak berhenti di situ. Para personil TNI ikut melakukan penjagaan selama 24 (dua puluh empat) jam guna memastikan proses observasi berjalan efektif. Dalam hal ini semua matra TNI ikut dilibatkan mulai dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Dalam proses pemenuhan kebutuhan logistik makanan pun, unit kapal milik TNI ikut berkontribusi yaitu kapal berjenis Landing Craft Unit (LCU) yang sebelumnya di-handle menggunakan kapal berukuran besar.       

Sampai kemudian, saat proses pemulangan para ABK yang sudah melalui proses karantina di Sebaru Kecil, pihak TNI ikut berperan dengan menyediakan KRI Semarang untuk mengantarkan para WNI ke Jakarta. Lokasi tibanya pun berada di fasilitas milik TNI yaitu Dermaga Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta.

Tugas Pokok TNI

Disamping memiliki fungsi sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan bersenjata dari luar wilayah NKRI, TNI juga melaksanakan tugas pokok menegakkan kedaulatan negara serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan yang mungkin muncul. Kegiatan itu tidak hanya berupa operasi militer untuk peperangan namun juga selain perang, diantaranya membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Maka menjadi hal wajar dan tidak perlu dipertanyakan jika TNI selalu hadir dalam kejadian bencana yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk ketika muncul wabah virus corona (COVID-19) dimana WHO (World Health Organization) sudah menyatakan status penyebaran virus ini sebagai pandemi global.

Penghargaan yang sebesar-besarnya tentunya patut diberikan kepada seluruh jajaran pejabat dan prajurit TNI yang telah ikut memberikan bantuan dan kesiapsiagaan selama proses penanggulangan virus corona. Salam komando !.

TNI AU
LihatTutupKomentar